BIONARASI

بسم الله الرحمن الرحيم 
Dialah Yuyun Srimulyati, nama yang disematkan oleh kedua orang tua tercintanya saat terlahir di sebuah kota kecil di belahan bumi Sumedang, kota yang menyimpan banyak misteri heroik dalam kerajaan Sumedang larang. Sosok Yuyun kecil bersekolah di SDN Margaluyu yang saat ini menjadi tempatnya mengabdi sebagai bhakti terhadap nusa, bangsa dan agama. Pernah mondok sebagai seorang santri dan berguru ilmu agama di ponpes Al-Mahmud Tanjungsari sejak masuk madrasah Aliyah. Pada tahun 1992 melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ( sekarang UIN) fakultas Adab jurusan Sastra Arab, karena terdorong kebutuhan linieritas keguruan, dia mengikuti kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) al-Jawami Bandung jurusan Pendidikan Agama Islam dan sejak tahun 2007 mulai mengabdikan diri pada sekolah asal yang menyimpan sejuta kenangan, SDN Margaluyu. Tahun 2021 atas rekomendasi dari pengawas bina ikut seleksi PD PPKB bidang profesional 2 (Publikasi Ilmiyah). Di sinilah awal ceritanya bergabung di komunitas KAUSAKu4NKRI. Naluri sastranya yang dulu sempat terpendam seperti menggeliat kembali dengan sajian puisi, pantun, artikel dan berbagai cerita dengan motivasi sang founder yang bisa memantik nyali tuk selalu "menulis, menulis dan menulis". Saat itu dia belum mengenal sosok Kuntowijoyo pencetus kalimat ini. Tak ada target dunia dengannya menulis, ini hanyalah hobby dan seiring waktu berjalan semakin disadarinya bahwa menulis adalah suatu kebutuhan sebagai investasi amal jariyah di keabadian. Komunitas KAUSAKu4NKRI benar-benar merupakan wadah baginya untuk selalu berkarya dengan motto *GILA* nya (Gali Ilmuya Lalu Amalkan, Gali Ilmunya Langsung Action, Good Job, Inovatif, Longlife learner and Adaptif). Saatnya melangkah bersama orang-orang hebat dengan langkah pasti menuju satu titik "li i'laa-i kalimaatillah". Dan berkat akang @smart founder KAUSAKu4NKRI juga kini ikut menjadi kompasianer. Insya Allah.keep hamasah & istiqamah!
Buku yang telah diterbitkan Rindu dan Cinta kumpulan puisi dan pentigraf (2023), Selaksa Makna Simfoni Puisi (2024) dan Akrostik Lukisan Senja (2024) lanjut mengasah kreatifitas dengan bermain pantun dan terwujud dalam buku antologi ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam