Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

ILUSI APLIKASI

 *ILUSI APLIKASI* Di era digitalisasi, platform aplikasi pendidikan hadir sebagai solusi untuk mempercepat transformasi pendidikan. Mereka menawarkan kemudahan akses, pembelajaran interaktif, kemudahan sharing praktik, dan peningkatan kualitas pengajaran. Banyak yang melihat platform aplikasi ini sebagai jalan pintas menuju masa depan pendidikan yang lebih baik dan merata. Dengan semangat ini, bahkan berbagai daerah berlomba-lomba mengadopsi teknologi terbaru, berharap bisa menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, dan ada juga berefek pada piagam penghargaan atas pencapaiannya. Namun, dalam kecepatan perubahan ini, muncul tantangan baru. Daerah-daerah tersebut mulai terjebak dalam kompetisi untuk menjadi yang terdepan dalam penggunaan platform teknologi, mengalihkan fokus dari tujuan utama pendidikan.  Mereka lebih sibuk memamerkan perangkat dan platform aplikasi canggih ketimbang memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran....

MUTIARA ILMU

بسم الله الرحمن الرحيم   Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 30 – 32 mengajarkan kepada kita hikmah pentingnya ilmu. Nabi Adam sebagai manusia yang diciptakan dari tanah dapat diangkat derajatnya oleh Allah Swt karena ilmu. Berikut adalah penjelasan Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 30 – 32  Ayat 30 Ketika Allah swt memberitahukan  kepada  para  malaikat-Nya (bahwa Dia akan menjadikan Adam a.s. sebagai khalifah) di bumi, maka para malaikat itu bertanya, mengapa Adam yang akan diangkat menjadi khalifah di bumi, padahal Adam dan keturunannya kelak akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi. Para malaikat menganggap bahwa diri mereka lebih patut memangku jabatan itu, sebab mereka makhluk yang selalu bertasbih, memuji dan menyucikan Allah swt. Allah swt tidak membenarkan anggapan mereka itu, dan Dia menjawab bahwa Dia mengetahui yang tidak diketahui oleh para malaikat. Segala yang akan dilakukan Allah swt adalah berdasarkan pengetahuan dan hikmah-Nya yang Mahatinggi w...

MENULIS PENTIGRAF

بسم الله الرحمن الرحيم Pentigraf  adalah  akronim  dari  cerpen tiga paragraf . Karya  sastra  jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh  sastrawan  dan  akademikus  dari  Unesa , Dr.  Tengsoe Tjahjono .  Karena pendek, pentigraf akan berfokus pada satu alur, satu tokoh sentral dengan beberapa tokoh penunjang, dan satu tema sentral. Pentigraf berisi tiga paragraf, oleh karena itu masing-masing paragraf hanya berisi satu ide pokok, tidak kurang atau lebih. Jumlah kata terbatas hanya 710 kata saja. Para pentigrafis harus membayangkan ide paragraf pertama itu apa, ide paragraf kedua harus bagaimana, dan ide paragraf ketiga akan seperti apa. Khusus untuk paragraf ketiga, pentigrafis harus mampu menciptakan ketakterdugaan. Ketakterdugaan ini yang akan melahirkan efek rasa tertentu dalam diri pembaca. Entah itu berupa perasaan kecewa, marah, atau terkejut saat akhir cerita itu tidak sesuai dengan apa yang dibay...

SAJIAN BERAROMA SURGAWI

 بسم الله الرحمن الرحيم Abu Thalhah Al-Ansari, juga dikenal sebagai Thalhah bin Ubaidillah, adalah seorang sahabat Nabi yang terkenal karena kebaikan dan ketulusannya. Ada sebuah kisah yang menggambarkan kesabaran dan kebaikan hati Abu Thalhah Al-Ansari yang patut diingat. Adalah Abu Thalhah Al-Anshari, salah satu sahabat nabi yang rela kelaparan demi menghormati tamunya yang datang ke rumahnya. Suatu hari ada seorang musafir laki-laki yang mendatangi masjid Nabawi. Ia datang pada mulanya untuk melakukan salat di masjid Rasulullah itu. Sesudah ia salat ia memohon izin untuk bertemu Rasulullah di rumahnya. Tidak lama kemudian ia pun bertemu dengan Rasulullah. Seketika musafir itu menanyakan kepada Rasulullah akan ketersediaan makanan di rumahnya karena ia belum makan dalam beberapa hari. Akhirnya Rasulullah menanyakan kepada seorang istrinya tentang persediaan makanan di rumah. "Adakah persediaan makanan untuk hari ini wahai istriku" tanya Rasulullah. Istrinya pun menjawab: ...

BUTIRAN AIR MATA SANG PENDEKAR

 بسم الله الرحمن الرحيم Sepenggal kisah tentang keteladanan seorang sahabat Rasul yang sangat inspiratif. Pada suatu hari Umar bin Khattab (Singa padang pasir) bertandang ke rumah Rasulullah saw., beliau merasa iba, seraya berkata dalam hati kecilnya :"Tidak sepantasnya seorang pemimpin ummat berbaring hanya beralaskan tikar yang sudah lusuh". Beliau melihat garis-garis tikar membekas di tubuh Rasulullah. Umar lalu memerhatikan lemari dan terlihat hanya seonggok gandum yang masih kasar. Tak ada lagi simpanan lain selain itu.  Seketika butiran air mata sang pendekar terjatuh mengenai pipinya. Rasulullah pun melihatnya seraya bertanya :"Apakah gerangan yang membuatmu berlinang air mata wahai sahabatku?". Umar menjawab:"Ya Rasulullah, aku melihat para kaisar dan para raja begitu glamournya bergelimang harta, tempat tidurnya beralaskan sutera yang terbaik. Peralatan makanpun bersepuhkan emas, sedangkan engkau  cukup beralaskan tikar lusuh seperti ini?". Rasulu...

SERPIHAN HATI YANG TERLUKA

بسم الله الرحمن الرحيم  Di tengah hiruk-pikuk kata-kata yang terluka Kita mencari kedamaian dalam keheningan Mengalun indah, puisi meredam ujaran kebencian Menyentuh hati, membangun jembatan damai Kita adalah cahaya di tengah kegelapan Membawa pesan cinta, membalut luka Dengan irama kata, kita menenangkan angin Mengubah dendam menjadi belas kasihan Biarlah puisi menjadi pelukan bagi jiwa yang terluka Mengalir seperti sungai kasih yang tak pernah kering Menyatu dalam keberagaman, merajut persaudaraan Puisi meredam ujaran kebencian, mengukir kedamaian Di antara kata-kata tajam yang menusuk Puisi menjadi obat, menyembuhkan luka Biarlah rima dan irama, menyatukan hati Meredam ujaran kebencian, membangun kehidupan yang damai Biarkanlah suara-suara sumbang itu berlalu dihempas angin lalu, walau lidah terasa kelu Hati bergemuruh sisakan pilu Kembalikan kepada pemilik hati selalu Allaahummahdi qaumii fainnahum laa ya'lamuun Hanya sebaris do'a yang sering terlantun Mengiringi irama dzik...

ILMU ITU CAHAYA, BODOH ITU BAHAYA

بسم الله الرحمن الرحيم  Di pagi yang masih berselimut kabut Terhampar ladang amal yang tak pernah surut Diujung kata yang tak berurut Terpendam geliat literasi yang terpaut Namun, di antara hampa yang menggelayut, Ada cahaya yang tetap bersinar membalut Menerangi lorong gelap hati dalam kemelut Menyiratkan harapan yang bersambut Meski waktu terus berlalu, Rasa haus akan ilmu tak pernah jemu  Cahaya menyingkap kabut kelabu Menyemai kekuatan dalam harapan yang semu Akhirnya, di ujung perjalanan yang tak pasti, Kita temukan arti dari segala misteri, Bahwa setiap detik yang terlewati, Adalah sebuah kehidupan yang patut disyukuri. Maka, biarlah kegelapan enyah dari lubuk hati, Sebagai pengingat akan kekuatan yang tak pernah mati, Di dalam setiap untaian  butir doa yang terpatri Kita temukan lorong yang tak tersentuh waktu nan abadi.  

ATOMIC HABITS

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Keistiqamahan  yang mendapatkan apresiasi lebih dari Allah Swt. Bukan masalah sedikit atau banyaknya suatu ibadah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda: اَحَبُّ الْأَعْمَالِ اِلَی اللّٰهِ تَعَالَی اَدْوَامُهَا وَاِنْ قَلَّ  Paling dicintainya amalan oleh Allah Swt. adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun hanya sedikit. (HR. Muslim no.783) Ibarat jalan setapak, ketika dilalui setiap hari, maka ia akan memberikan bekas yang nampak walaupun hanya satu orang yg lewat. Berbeda dengan jalan yg dilalui berkali-kali atau oleh beberapa orang, namun hanya sekali dalam setahun. Atomic Habits" adalah konsep yang diperkenalkan oleh James Clear dalam bukunya yang berjudul sama. Dalam dialog komunitas Bu Novi selaku Co Founder GSM menyampaikan, konsep ini berfokus pada perubahan kecil namun konsisten yang dapat menghasilkan perbaikan signifikan dalam jangka panjang. Ide dasarnya adalah bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan set...

ESTETIKA KOGNITIF

 ESTETIKA KOGNITIF بسم الله الرحمن الرحيم   Teori estetika kognitif mengungkap bagaimana keindahan pengetahuan dapat dihayati melalui proses mental yang mendalam. Kita mengenal pendahulu kita seperti KH. Agus Salim, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asari, Ki Hajar Dewantara, dan masih banyak intelektual² lainya. Menggabungkan wawasan dari psikologi dan ilmu saraf, teori ini menyoroti bahwa keindahan itu bukan hanya apa yang terlihat mata, tetapi juga bagaimana pikiran kita memproses dan menafsirkan informasi tersebut. Ini berarti bahwa pengalaman estetika bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk melalui pengetahuan dan komunikasi yang indah dan bermakna. Ketika seseorang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan dengan cara yang memikat dan menginspirasi, mereka sebenarnya sedang menerapkan prinsip estetika kognitif seperti yang kita dapatkan dari para pendahulu kita dengan jalan pikirannya. Misalnya, seorang guru yang mengajar dengan penuh semangat, energi, dan m...

CARA MEMBUKA BARCODE DI LAPTOP

Gambar
By : Yusri بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  Saatnya literasi senja bersama komunitas KAUSAKu4NKRI. Apapun masalahnya insya Allah bisa dipecahkan bersama dengan bimbingan @Smart founder yang senantiasa berbagi manfaat bagi kemaslahatan ummat. Follow me  to know the learning  proccess at Komunitas KAUSAKu4NKRI :  [15/5 16:08] +62 896-6084-5542: Assalamualaikum, kang maaf barcode d hp sudah bisa d buka, kalau d laptop bagaimana cara membukanya, [15/5 16:50] @Smart Founder: Wa'alaikumussalaam [15/5 16:51] @Smart Founder: 1️⃣ Kalau di LAPTOP.. SILAKAN buka dulu file PDF yang Akang share [15/5 16:58] @Smart Founder: 2️⃣Pindai kode QR di Google Chrome [15/5 16:59] @Smart Founder: Nyalakan laptopnya [15/5 16:59] @Smart Founder: Buka Google Chrome nya [15/5 17:00] @Smart Founder: Buka kiriman file PDF dari Akang yang di dalamnya ada BARCODE nya (contoh file di atas) [15/5 17:01] @Smart Founder: 3️⃣klik kanan gambar yang berisi kode QR tersebut dan ... [15/5 17:01] @Sma...

MENJINGGA BERSAMA-MU

  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Aku tahu senja bukan akhir dari cerita siang Tak pernah tergapai namun membalut sejuta rindu Seiring datang kelamnya malam Tuk mengagungkan sebuah Nama Tuk mengisi pertualangan  malam  Dengan dzikir dan do'a Ditemani taburan bintang  yang memberi sejuta keindahan Terkadang, aku ingin seperti angin Yang membawa puing kenangan Yang membawa sejuta asa  Aku ingin menjadi sejuta cahaya Yang bisa membiaskan keindahan kalam suci Bersama jingganya sang surya ciptaan-Mu Tuk bertemu dengan janji Di waktu ijabah-Mu Nyatanya tidak,  Aku hanyalah aku Yang selalu merindu Atas kasih sayang-Mu Dengan harapan aku akan bertemu Tuk mencurahkan segala gundahku Di saat yang telah kau janjikan Di jingganya senja ini Teriring alunan panggilan adzan berkumandang Siapapun yang memohon pada-Mu  Maka teraihlah segala asa Di sini aku menjingga bersama rayuan kalam ilahi Kuingin berdialog dengan ayat-ayat suci Kuyakin dalam setiap huruf yan...

MUTIARA HATIKU

  بسم الله الرحمن الرحيم Saat raga terlahir dalam fithrah    Dunia menyambut dengan wajah cerah Alam menyapa dengan simponi yang meriah Jasad mungil yang tampak merah Allah bekali  sama', bashar dan fu'adah Jiwa tergerak dalam tabula rasa Saatnya orang tua mengukir asa Menata mutiara hati segala yang bisa Letih lesu tidaklah dirasa Berangan melangkah hingga esok lusa Anak adalah amanat Mereka mesti dididik dan dirawat Agar tumbuh, berkembang dan berbakat Qurratu A'yun, penyejuk mata, pelepas penat Jika mereka tersesat maka orang tua terjerat Bentuklah pribadi insan kamil Terdidik, tertata hati dan akil Tamyiz terhadap hak dan bathil Terbimbing periode emas masa kecil Hingga masa dewasa dan berhasil Percikan sinar ilahi di hati Ajari buah hati dengan kata sakti Hingga mereka mampu berbakti Kepada khalayak bisa berempati Menjadi generasi Rabbany, kini dan nanti Ingatlah wahai para pemilik Qurrata a'in Jagalah selalu kontrol diri dengan tabayyunin Agar lisan terjaga dar...

DALAM PELUK DO'AKU

  by : Yusri بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Saat hatiku lesu Lidah terasa kelu Mulut pun membisu Benak menerawang  masa lalu Saat kurasa pelukan hangat ibu Kulihat tatapan mata sayu Panggilan lembut mendayu Rengekan bersambut rayu Kini masa itu telah berlalu Pelukanmu tak sehangat dulu Belaian tak selembut bulu Nyanyian tidur pun tak semerdu buluh perindu Kini langkahmu bersangga kayu Harapanmu terlihat semu Matamu mulai sendu Wajahmu meraut kemayu Aku rindu belaianmu Aku rindu canda tawamu Aku rindu senandung do'amu Aku rindu belas kasihmu Namun semua telah berlalu Saatnya kami putera-puterimu Bersimpuh di hadapanmu Memapahmu,menyuapimu Menggandengmu dengan langkah kaku Mengantarmu ke tempat beradu Memercikanmu air wudhu Memapahmu duduk tadharru Yaa Rabb,jadikanlah tadarusnya sebagai lampu Kasih sayangnya bagai kabut sutra ungu Menjadi pelangi di hatiku Dan do'aku selalu melangit untukmu ibu