Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

70 PANTUN KURIKULUM MERDEKA

  Pendahuluan Dari Banjar ke Panorama, Bawa rebung dengan seutas tali di saku kiri, Mari kita belajar bersama,  Bergabung di komunitas KAUSAKu4NKRI. Rama-rama terbang berayun, Menggeliat  kian kemari, Nama saya Yuyun, Pegiat literasi KAUSAKu4NKRI . Bakauheni berlubang karena  abrasi, Tak ketemu sampai pagi, Ini ruang kolaborasi, Menimba  ilmu saling berbagi. 1. Berselancar melesat serta membidik, Bawa solatif di penjuru motor, Pembelajaran berpusat pada peserta didik, Siswa aktif, guru fasilitator. 2. Berlayar menegangkan diterpa perasaan, Atensi sendiri tergerus meresah, Belajar menyenangkan, tanpa paksaan, Potensi diri terus diasah. 3. Kalau belum terbuka jangan pasang kabel, Gojek ditarik menuai penat, Kurikulum merdeka memang fleksibel, Projek menarik sesuai minat. 4. Kuntum terbuka lalu tersebar bersih, Dihembus roda kekuatan scooter. Kurikulum merdeka selalu menebar kasih, Berfokus pada penguatan karakter. 5. Klorofil berjajar di sela tumpuka...
  Kurikulum Merdeka: Evolusi Kurikulum Nasional yang Berkelanjutan Kurikulum Merdeka adalah sebuah tonggak penting dalam sejarah pendidikan Indonesia. Namun, penting untuk dipahami bahwa Kurikulum Merdeka bukanlah akhir dari perjalanan transformasi pendidikan kita. Kurikulum nasional selalu dalam proses evolusi, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tuntutan global, dan kebutuhan siswa. Memahami Kurikulum Nasional Kurikulum nasional adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan proses pembelajaran pada semua jenjang pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini senantiasa mengalami pembaruan untuk memastikan relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Sebelumnya dalam Perspektif Kurikulum Nasional Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi si...

PRESTASI MENGUKIR PRASASTI

Selesai sudah babak pertama,  Perjalanan pena mengukir makna.  Angkatan tiga puluh satu,  Kisahmu terukir, abadikan. Dari goresan pertama, ragu dan bimbang,  Hingga tinta mengalir, membentuk rembang.  Kata demi kata, merangkai mimpi,  Menjadi nyata dalam setiap puisi. Jangan berhenti di sini, penulis muda,  Teruslah berkarya, jiwa membara. Dunia menanti karyamu,  Sebuah warisan yang takkan terlupa. Pena di tangan, senjata ampuh,  Mengubah dunia, merubah hidup.  Angkatan tiga puluh satu, pejuang kata,  Berkarya tanpa henti, tak kenal patah. Dengan tinta, kita lukiskan mimpi, Dengan kata, kita ubah diri.  Dari kelas ini, lahirlah penulis hebat,  Siap mengguncang dunia, tak kenal lelah. Menulis adalah jembatan,  Menghubungkan hati, pikiran, dan jiwa.  Angkatan tiga puluh satu, Telah menemukan jembatan itu. Dengan menulis, kita berbagi cerita,  Menginspirasi, menghibur, dan menyentak.  Jangan pernah berhe...