BARAK YANG TERSERAK

بسم الله الرحمن الرحيم 
 Senja tenggelam bersama sekelumit keluh
 Rinai hujan luruhkan peluh 
Telusuri lorong tuk sekedar berteduh
 Suara riuh hentikan langkah dan bersimpuh

 Asa yang sesekali lumpuh 
Duduk termenung beralas kain lusuh
 Partikel debu yang baru saja terbasuh
 Noktah tebal luruh melepuh

 Malam semakin larut 
Lorong waktu semakin kalut
 Berselimut rukuh yang membalut
 Di bawah naungan langit angan tersambut 

 Deru geledek menggelegar 
Tetes hujan menembus pagar 
Basahi sejadah yang terhampar
 Hanya sabar yang menjadi penawar

 Biarpun beban hidup menghimpit
 Naluri insani menjerit menembus langit 
Lepaskan angan di ruang hampa bersatelit 
Bebaskan jerat misteri yang melilit

 Kuikuti gerak penamu menari
 meliuk-liuk bagai tangan penari 
Merangkai diksi tentang hari-hari 
Ikuti takdir tanpa bisa berlari

 Wahai angin malam 
Terbangkanlah asa yang terbungkam
 Cahaya lampu yang temaram 
Temani mimpi antara dua alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam