MENULIS PENTIGRAF

بسم الله الرحمن الرحيم

Pentigraf adalah akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. Karena pendek, pentigraf akan berfokus pada satu alur, satu tokoh sentral dengan beberapa tokoh penunjang, dan satu tema sentral. Pentigraf berisi tiga paragraf, oleh karena itu masing-masing paragraf hanya berisi satu ide pokok, tidak kurang atau lebih. Jumlah kata terbatas hanya 710 kata saja. Para pentigrafis harus membayangkan ide paragraf pertama itu apa, ide paragraf kedua harus bagaimana, dan ide paragraf ketiga akan seperti apa. Khusus untuk paragraf ketiga, pentigrafis harus mampu menciptakan ketakterdugaan. Ketakterdugaan ini yang akan melahirkan efek rasa tertentu dalam diri pembaca. Entah itu berupa perasaan kecewa, marah, atau terkejut saat akhir cerita itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan.Pentigraf (cerpen tiga paragraf), atau paragraf pendek, merupakan bagian penting dalam karya sastra.

 Unsur-unsur yang membentuk pentigraf dapat dibagi menjadi dua kategori: unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

1. Unsur Intrinsik:

   - Merupakan unsur pembentuk karya sastra itu sendiri, seperti tokoh, plot, latar, tema, dan lainnya.

   - Dalam cerpen, unsur intrinsik meliputi tema, alur, tokoh, latar, dan lainnya yang menjadi elemen penting dalam membentuk dan menyusun jalan cerita.

2. Unsur Ekstrinsik:

   - Merupakan unsur di luar karya sastra yang mencakup sejarah, lingkungan, dan faktor-faktor eksternal lainnya yang membentuk karya sastra.

   - Pentigraf juga dapat mencakup unsur-unsur lengkap cerita pendek, yang meliputi struktur teks abstraksi, cerita tokoh, alur, dan latar cerita.

Penting untuk memahami kedua jenis unsur ini dalam membentuk pentigraf, karena keduanya berperan dalam membentuk kualitas dan kekuatan sebuah karya sastra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam