SAJIAN BERAROMA SURGAWI
بسم الله الرحمن الرحيم
Abu Thalhah Al-Ansari, juga dikenal sebagai Thalhah bin Ubaidillah, adalah seorang sahabat Nabi yang terkenal karena kebaikan dan ketulusannya. Ada sebuah kisah yang menggambarkan kesabaran dan kebaikan hati Abu Thalhah Al-Ansari yang patut diingat.
Adalah Abu Thalhah Al-Anshari, salah satu sahabat nabi yang rela kelaparan demi menghormati tamunya yang datang ke rumahnya.
Suatu hari ada seorang musafir laki-laki yang mendatangi masjid Nabawi. Ia datang pada mulanya untuk melakukan salat di masjid Rasulullah itu. Sesudah ia salat ia memohon izin untuk bertemu Rasulullah di rumahnya.
Tidak lama kemudian ia pun bertemu dengan Rasulullah. Seketika musafir itu menanyakan kepada Rasulullah akan ketersediaan makanan di rumahnya karena ia belum makan dalam beberapa hari.
Akhirnya Rasulullah menanyakan kepada seorang istrinya tentang persediaan makanan di rumah. "Adakah persediaan makanan untuk hari ini wahai istriku" tanya Rasulullah. Istrinya pun menjawab: "tidak ada wahai Ayah."
Mendengar itu Rasulullah pun pergi ke rumah istrinya yang lain menanyakan makanan untuk sang tamunya itu. Namun sama, jawaban istri yang kedua ketika ditanya ketersediaan makanan juga menjawab tidak ada.
Akhirnya Rasulullah pun pergi ke masjid Nabawi menanyakan kepada para sahabatnya akan siapa yang memiliki ketersediaan makanan.
Setelah beberapa lama akhirnya berdirilah sahabat Abu Thalhah Al-Anshari. "Saya bersedia untuk menjamu tamu ini wahai Rasulullah. Biarlah musafir ini makan malam bersama keluargaku." kata Thalhah.
Mendengar jawaban Abu Thalhah Rasulullah pun tersenyum. Akhirnya tidak lama tamu itu pun diajak Abu Thalhah menuju rumahnya. Dan sesampainya di rumah, ketika tamunya itu sudah duduk di ruangan tamu, Abu Thalhah menanyakan ketersediaan makanan pada Umu Salamah istrinya itu.
"Adakah ketersediaan makanan malam ini?" tanyanya.
"Tidak ada. Kecuali untuk makan malam anak-anak malam hari ini." jawab Umu Salamah.
Mendengar itu akhirnya Abu Thalhah meminta ke istrinya agar menyibukkan anak-anaknya dengan bermain, sehingga mereka akan lelah dan kemudian tidur dan mereka pun lupa untuk makan malam pada hari itu.
Tidak lama kemudian makanan dikeluarkan. Sebelum Abu Thalhah menemui tamu di depan dan membawa makanan, ia meminta pada istrinya agar disediakan piring kosong di depannya supaya terlihat dirinya juga makan.
Demikian itu agar sang tamu tidak canggung ketika makan bareng dengan Abu Thalhah. Hal itu juga dilakukan olehnya sebab memang tidak ada makanan lagi kecuali untuk tamunya itu. Pada saat itu Abu Thalhah juga meminta maaf karena lampu rumahnya mati sebab kehabisan minyak.
Keesokan harinya pasangan suami istri itu mendatangi Rasulullah. Tetiba Rasulullah pun mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh keduanya. Rasulullah bangga dengan Abu Thalhah dan Ummu Salamah yang sudah memuliakan tamu walau harus mengorbankan diri dan keluarganya. Wallahu A'lam. []
Komentar
Posting Komentar