SERPIHAN HATI YANG TERLUKA

بسم الله الرحمن الرحيم

 Di tengah hiruk-pikuk kata-kata yang terluka

Kita mencari kedamaian dalam keheningan

Mengalun indah, puisi meredam ujaran kebencian

Menyentuh hati, membangun jembatan damai


Kita adalah cahaya di tengah kegelapan

Membawa pesan cinta, membalut luka

Dengan irama kata, kita menenangkan angin

Mengubah dendam menjadi belas kasihan


Biarlah puisi menjadi pelukan bagi jiwa yang terluka

Mengalir seperti sungai kasih yang tak pernah kering

Menyatu dalam keberagaman, merajut persaudaraan

Puisi meredam ujaran kebencian, mengukir kedamaian


Di antara kata-kata tajam yang menusuk

Puisi menjadi obat, menyembuhkan luka

Biarlah rima dan irama, menyatukan hati

Meredam ujaran kebencian, membangun kehidupan yang damai


Biarkanlah suara-suara sumbang itu berlalu

dihempas angin lalu, walau lidah terasa kelu

Hati bergemuruh sisakan pilu

Kembalikan kepada pemilik hati selalu


Allaahummahdi qaumii fainnahum laa ya'lamuun

Hanya sebaris do'a yang sering terlantun

Mengiringi irama dzikir yang senantiasa mengalun

Pancarkanlah sinar hidayah di hati yang gelap menahun


Rasul berpesan dalam sabdanya

"Salaamatul insan fii hifzhil lisan"

 Keselamatan seorang insan terdapat pada penjagaan lisan,

Semoga Allah SWT selalu menuntun ke jalan hidayah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam