Praktik Baik Pembelajaran Memahami Asmaul Husna Di Kelas VI Dengan Model PjBL
By: Yuyun Srimulyati, S.Pd.I.
بسم الله الحمن الرحيم
Penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dalam pembelajaran Asmaulhusna di kelas 6 telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Berikut deskripsi praktik baik dalam karya tulis pembelajaran Asmaulhusna di kelas 6 dengan model PjBL.
A. Latar Belakang
Pembelajaran Asmaulhusna di kelas 6 merupakan materi yang penting untuk menanamkan akidah dan nilai-nilai Islam kepada siswa. Namun pembelajaran Asmaulhusna yang monoton dan kurang menarik dapat membuat siswa sulit memahami dan menghafal Asmaulhusna. Oleh karena itu, perlu diterapkan model pembelajaran yang inovatif dan menarik. Di antara model pembelajaran yang saya pilih adalah Project Based Learning.
Praktik ini saya lakukan pada pembelajaran dengan Tujuan Pembelajaran "Memahami Asmaulhusna al-Gaffar, al-'Afuw, al-Wahid dan as-Samad" dengan KKTP "Menulis, Asmaulhusna al-Gaffar, al-'afuw, al-Wahid dan as-Samad ". Dalam pembelajaran proyek kali ini akan membuat hiasan kaligrafi dengan menggunakan cangkang telur. Adapun bahan dan alat yang digunakan adalah : kertas gambar, pensil, cangkang telur, lem, pewarna makanan, cutter, cutton bud, cuka, dll.
B. Penerapan Model PjBL
Dalam menerapkan model PjBL, saya menggunakan berbagai langkah berikut :
1. Asesmen Awal : Mengajukan pertanyaan pemantik yang membangkitkan rasa ingin tahu siswa tentang Asmaulhusna, seperti "Apa itu kaligrafi? atau "Apakah kalian sudah pernah membuat kaligrafi ?". (dimensi P3 : karakter beriman dan takwa kepada Tuhan YME, bernalar kritis).
2. Membentuk kelompok : Membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk memasilitasi kerjasama dan kolaborasi. (dimensi P3: bergotong royong)
3. Memberikan tugas proyek : Memberikan tugas proyek kepada setiap kelompok, dengan membuat kaligrafi Asmaulhusna, menyanyikan Asmaulhusna atau membuat drama tentang Asmaulhusna. (dimensi P3 : kreatif)
4. Membimbing dan memantau : Membimbing dan memantau siswa selama proses pengerjaan proyek, memberikan arahan dan dukungan yang diperlukan. (dimensi P3: gotong-royong).
5. Asesmen formatif (dalam proses pembelajaran) : Memberi umpan balik yang cepat selama pembelajaran sekaligus memberikan perbaikan-perbaikan , pembimbingan langsung (direct teaching) pada peserta didik pada hal-hal yang masuk pada kriteria perlu pembimbingan.
5. Presentasi : Setiap kelompok memresentasikan hasil proyek yang dibuat oleh siswa, baik secara individu maupun kelompok, dan dipamerkan di depan kelas atau pameran sekolah.
6. Refleksi : Melakukan refleksi dan memandu agar siswa dapat mengemukakan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan Berikutnya guru memberikan penguatan materi pembelajaran. Peserta didik menerima informasi berkaitan dengan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Peserta didik dan guru menutup pembelajaran dengan do'a.
C. Keberhasilan Pembelajaran
Penerapan model PjBL dalam pembelajaran Asmaulhusna di kelas 6 menunjukkan beberapa keberhasilan, antara lain:
a. Meningkatnya motivasi dan dan keaktifan siswa dalam belajar.
b. Meningkatnya pemahaman dan hafalan siswa terhadap Asmaulhusna.
c. Meningkatnya kreatifitas dan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan menyelesaikan proyek.
d. Meningkatnya rasa cinta dan pengamalan terhadap nilai-nilai Islam
D. Faktor Pendukung Keberhasilan
Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan pembelajaran dengan model PjBL adalah:
1. Dukungan dari kepala sekolah dan kolaborasi dengan guru lainnya.
2. Kesiapan guru dalam menerapkan model PjBL.
3. Ketersediaan media dan sumber belajar yang memadai.
4. Motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar.
E. Rekomendasi
Penerapan model PjBL dalam pembelajaran Asmaullhusna di kelas 6 terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, pemahaman dan hafalan siswa terhadap Asmaulhusna. Oleh karena itu, model PjBL direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan materi Asmaulhusna di sekolah-sekolah lain.
Komentar
Posting Komentar