SEINDAH BUTIRAN MUTIARA ARAFAH

بسم الله الحمن الرحيم

Di Padang Arafah yang suci, hati bergetar pilu

Di bawah naungan langit yang biru

Di atas bukit terjal berbatu

Bertemu saudara seiman, dari seluruh penjuru

Berbeda bahasa, budaya, dan warna kulit dab baju

Bersimpul ukhuwah terikat erat, dalam iman yang satu


Saling berpelukan, air mata berlinang

Sapa salam berbalut kasih sayang

Sopan santun berbalut cerita yang kan selalu terkenang

Rasa persaudaraan, tak kan lekang

Ratapan keinsafan dalam doa yang selalu berkumandang

Rapuhnya hati mohon ampunan  di hadapan Allah, Yang Maha Penyayang


Butiran airmata keharuan

Berderai alami bagai mutiara berjatuhan

Betapa kerdilnya raga ini tanpa bantuan

Mencari keridhaan Ilahi, di hari mubarakan

Merenungi filosofi indah, terukir tak terabaikan

Meresapi suasana hati nuansa surgawi dalam pelukan


Dalam setiap langkah yang tertata

Dalam satu rasa, seiring sejalan tanpa kasta

Dan tak ada kelas bertahta atau rakyat jelata

Marilah  jaga persatuan kita 

Meronce setiap keragaman yang tercipta

Menata hati menghindari rasa bangga sosialita


Do'a menggema di langit Arafah

Derap kaki melangkah menuju ma'rifah

Dihiasi beningnya hati seraya merendah

Hanya mengharap tersambutnya rindu ilahiyah

Hikayat Adam dan Hawa di puncak jabal rahmah

Hilang semua ragu bersambut mahabbah


 


Yusri, Smd_1662024

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam