Langsung ke konten utama

PRESTASI MENGUKIR PRASASTI

Selesai sudah babak pertama, 

Perjalanan pena mengukir makna. 

Angkatan tiga puluh satu, 

Kisahmu terukir, abadikan.

Dari goresan pertama, ragu dan bimbang, 

Hingga tinta mengalir, membentuk rembang. 

Kata demi kata, merangkai mimpi, 

Menjadi nyata dalam setiap puisi.

Jangan berhenti di sini, penulis muda, 

Teruslah berkarya, jiwa membara.

Dunia menanti karyamu, 

Sebuah warisan yang takkan terlupa.

Pena di tangan, senjata ampuh, 

Mengubah dunia, merubah hidup. 

Angkatan tiga puluh satu, pejuang kata, 

Berkarya tanpa henti, tak kenal patah.

Dengan tinta, kita lukiskan mimpi,

Dengan kata, kita ubah diri. 

Dari kelas ini, lahirlah penulis hebat, 

Siap mengguncang dunia, tak kenal lelah.

Menulis adalah jembatan, 

Menghubungkan hati, pikiran, dan jiwa. 

Angkatan tiga puluh satu, Telah menemukan jembatan itu.

Dengan menulis, kita berbagi cerita, 

Menginspirasi, menghibur, dan menyentak. 

Jangan pernah berhenti menulis, 

Karena kata-katamu adalah harta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam