70 PANTUN KURIKULUM MERDEKA
Pendahuluan
Dari Banjar ke Panorama,
Bawa rebung dengan seutas tali di saku kiri,
Mari kita belajar bersama,
Bergabung di komunitas KAUSAKu4NKRI.
Rama-rama terbang berayun,
Menggeliat kian kemari,
Nama saya Yuyun,
Pegiat literasi KAUSAKu4NKRI.
Bakauheni berlubang karena abrasi,
Tak ketemu sampai pagi,
Ini ruang kolaborasi,
Menimba ilmu saling berbagi.
1.
Berselancar melesat serta membidik,
Bawa solatif di penjuru motor,
Pembelajaran berpusat pada peserta didik,
Siswa aktif, guru fasilitator.
2.
Berlayar menegangkan diterpa perasaan,
Atensi sendiri tergerus meresah,
Belajar menyenangkan, tanpa paksaan,
Potensi diri terus diasah.
3.
Kalau belum terbuka jangan pasang kabel,
Gojek ditarik menuai penat,
Kurikulum merdeka memang fleksibel,
Projek menarik sesuai minat.
4.
Kuntum terbuka lalu tersebar bersih,
Dihembus roda kekuatan scooter.
Kurikulum merdeka selalu menebar kasih,
Berfokus pada penguatan karakter.
5.
Klorofil berjajar di sela tumpukan,
Dipermentasikan dalam kudapan,
Profil Pelajar Pancasila jadi tujuan,
Diimplementasikan dalam kehidupan.
6.
Nyata beraksi setelah mereka-reka,
Karya Inovatif bermunculan,
Advokasi Sekolah merdeka,
Guru kreatif siswa jadi unggulan.
7.
Setelah hujan muncul pelangi,
Baju singsingkan untuk rehat,
Guru mengajar karena menyayangi,
Selalu terapkan teaching by heart.
8.
Bunga sekuntum telah berbuah,
Petiklah sesuai tarif,
Kurikulum telah berubah,
Maka ikutilah secara adaptif.
9.
Uniknya bebek itu berjajar,
Upaya ditangkap oleh Ardan,
Guru harus pandai mengajar,
Supaya menjadi suri tauladan.
10.
Saat belanja membeli mukena,
Mencari training sambil keliling,
Agar belajar lebih bermakna,
Terapkan learning by doing.
11.
Saat berenang pakai bikini,
Saat lepas diganti baju takwa,
Pembelajaran abad kini,
Jangan lepaskan iman dan takwa.
12.
Bunga raflesia tak sesemerbak dahlia,
Bau gosong dan sedikit keras,
Anak Indonesia berakhlak mulia,
Mari songsong generasi emas.
13.
Jika hujan pakai baju tebal,
Bolam redup sekonyong-konyong,
Terapkan kebhinekaan global,
Juga pola hidup bergotong royong.
14.
Jika pedas makan di bazar petis,
Minum ademsari karena hormon aktif,
Anak cerdas bernalar kritis,
Hidup mandiri dan bernalar kritis.
15.
Kalau cape makan tape,
Lunglai cari bantuan tersundul pagar,
Kuasai CP dan TP,
Sebagai panduan modul ajar.
16.
Delima dipakai perisa,
Yummy bersari kudapan merah,
Dengan P5 kita pasti bisa,
Bumi lestari, masa depan cerah.
17.
Pohon delima tumbuh berjajar,
Terjaga dama halamannya,
Dengan P5 kita belajar,
Menjaga alam selamanya.
18.
Tangkai delima dibersihkan,
Pagar dihalang pakai stelan kasa,
Dengan P5 kita lestarikan,
Agar tak hilang ditelan masa.
19.
Beli delima di Manggarai,
kualitas lokal, berbeda harga,
P5 ajarkan kita hargai,
kearifan lokal, pusaka berharga.
20.
Panglima menuju kota,
Saat malam penggaraman sudah pekat,
P5 tunjukkan kita,
Dalam keberagaman kita kuat.
21.
Panglima unjuk kata,
Direka dan dijegal hingga luka jadi sempoyongan,
P5 tunjukkan kita,
Bhineka Tunggal Ika jadi semboyan.
22.
Pohon delima tampak berjajar,
tiga disekatan goa dijaga naga,
Dengan P5 kita belajar,
Menjaga kesehatan jiwa dan raga.
23.
Delima berjajar ditata petingannya,
Supaya tidak redup disekat papan,
P5 ajarkan kita pentingnya,
Gaya hidup sehat untuk masa depan.
24.
Panglima berjajar susun formasi,
Hormat bendera empat-empat,
P5 ajarkan kita berdemokrasi,
Menghormati perbedaan pendapat.
25.
Hiasan delima berjajar,
Pasang tiga secara mozaik,
Dengan P5 kita belajar,
Menjadi warga negara yang baik.
26.
Pohon delima potong dua,
Terbentur renovasi rumah,
P5 dorong kita dan siswa
Mencipta bentuk inovasi ramah.
27.
Panglima berjiwa pengusaha,
Banyak cita dan berangan kerja,
P5 asah jiwa wirausaha,
Menciptakan lapangan kerja.
28.
Buah delima tumbuh di Holan,
Dipetik matang dimakan manis,
P5 tunjukkan jalan,
ide kreatif jadikan bisnis.
29.
Panglima siap berjaya,
Berkompetisi dengan jenderal,
P5 siapkan kita untuk berkarya,
Dengan kompetensi yang ideal.
30.
Lima batu diikat pita,
Saat bangun, kurir teraih ekspektasi,
P5 bantu kita meraih cita,
Membangun karir, meraih prestasi.
Pergi ke pasar membeli ikan,
Ikan segar dimasak gulai,
Jangan suka menghina teman,
Karena semua punya nilai.
56.
Penganan dibuka rasa teri,
Terasa enak ternyata hanya terasi,
Jangan suka menindas diri,
Karena semua punya hak asasi.
57.
Dari kota melihat gending,
Selendang penari berkelebat,
Mari kita hidup bersanding,
Bersenang hati sapaan hangat.
58.
Jalan-jalan naik ojek,
Berhenti membeli salak dan jeruk,
Janganlah suka mengejek,
Karena itu akhlak yang buruk.
59.
Memancing ikan di sungai,
Dapat ikan canna yang besar.
Mari kita saling damai,
Asal hidup merana menjadi tegar.
60.
Membuka obat jangan ditekan,
Karena bisa jatuh dan terbelah,
Jangan suka membuat orang tertekan,
Karena itu perbuatan yang salah.
61.
Pulang lari membeli sukun,
Buat kripik direndam pati,
Mari kita hidup rukun,
Jauh menggitik, dendam dan menyakiti.
62.
Dari kelapa membuat pati,
Diseduh panas biar tak tengi,
Mari kita jadi sahabat sejati,
Saling welas dan melindungi.
63.
Buah jatuh di halaman,
Lupa ikatan tak dikaitkan,
Jangan suka menjatuhkan teman,
Karena itu perbuatan yang menyakitkan.
64.
Sangat suka anak kecil berenang,
Semua senang tak butuh lawan,
Jangan suka mengucilkan orang,
Karena semua butuh kawan.
65.
Membawa otok-otok pakai selang,
Main balapan dalam baji.
Jangan suka mengolok-olok orang,
Karena itu perbuatan yang keji.
66.
Redup malam berseraman,
Ditambah minyak tanah dalam lentera,
Hidup dalam keberagaman,
Menambah khazanah budaya nusantara.
67.
Transportasi Lanud I Made,
Tegar bersandar tak menegangkan,
Transisi PAUD ke SD,
Agar belajar menyenangkan.
68.
Internalisasi berbagai ranah,
Supaya tak ada konfrontasi,
Revitalisasi bahasa daerah,
Ragam budaya kita beradaptasi.
69.
Salam bergetar saat di podium,
Berjajar mengambil yang didapati,
Alam sekitar, jadi laboratorium,
Belajar sambil mengamati,
70.
Berjajar sekolah bilingual,
Berpaparan dalam kota kembang,
Belajar secara kontekstual,
pembelajaran alam takambang,
Penutup
Penerus campurkan seutas tali di saku kiri,
Sudah suntuk pergi ke taman rekreasi,
Terus makmurkan komunitas KAUSAKu4NKRI,
Wadah untuk berbagi dan berkreasi.
Buah durian biji selasih,
Ditambah blewah perisa noga,
Cukup sekian dan terima kasih,
Semoga ukhuwah tetap terjaga
Yusri, Smd.
Komentar
Posting Komentar