Filosofi Menulis Mudah, Perspektif Dr. Ngainun Naim, Mari Kita Buktikan bahwa Menulis Itu Semudah Bernafas
Flyer pertemuan ke-11 KBMN PGRI gelombang-32
Pada pertemuan ke-11 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI gelombang 32 dibersamai bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi sebagai narasumber dan bapak Muliadi berperan sebagai moderator.
Paparan Materi
Menulis sering dianggap sebagai kegiatan yang sulit dan menakutkan. Padahal, menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat jika kita tahu caranya. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Ngainun Naim dalam berbagai kesempatan. Beliau adalah seorang guru besar yang aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis kepada banyak orang.
Menurut Ngainun Naim, menulis itu mudah. Asalkan kita punya niat dan kemauan untuk belajar. Selain itu, kita juga harus punya tujuan yang jelas dalam menulis. Dengan tujuan yang jelas, kita akan lebih termotivasi untuk menulis.
Berikut adalah beberapa tips menulis mudah dari Prof. Dr. Ngainun Naim:
-
Bangun mindset : Ngainun Naim mengawali dengan mengajak kita untuk membangun pola pikir yang tepat tentang menulis. Beliau mengutip sebuah mahfudhot atau kata-kata mutiara dalam bahasa Arab, "Bidaayatuhu nihaayatuhu", yang artinya permulaannya menentukan akhirnya. Dalam konteks menulis, hal ini berarti kita harus meyakini bahwa menulis itu mudah. Keyakinan ini akan menumbuhkan semangat dan mencegah kita untuk mudah menyerah saat menghadapi hambatan. Sebaliknya, jika kita berpikir menulis itu sulit, maka proses menulis akan terasa semakin sulit. Oleh karena itu, langkah pertama yang penting adalah menanamkan dalam pikiran bahwa menulis itu memang mudah.
Sering berlatih : Proses belajar menulis seperti belajar naik sepeda. Awalnya mungkin terasa sulit, jatuh bangun adalah hal yang biasa. Namun, jika kita rajin berlatih, kemampuan menulis kita pasti akan semakin terasah. Jangan mudah menyerah jika menghadapi kesulitan dalam menulis. Teruslah berlatih dan menulis, seperti halnya kita terus berusaha bangkit saat belajar naik sepeda. Semakin sering berlatih, kita akan semakin terbiasa dan pada akhirnya mampu menulis dengan lancar dan baik.
-
Apa yang ditulis? : Dalam memulai menulis, langkah awal yang bijak adalah dengan menulis hal-hal yang sudah kita ketahui. Hindari memulai dengan topik yang terlalu idealis atau rumit, terutama bagi mereka yang baru belajar menulis. Beliau memberikan contoh bahwa pengalaman adalah salah satu hal yang paling dekat dan relevan dengan kehidupan kita. Oleh karena itu, menulis tentang pengalaman pribadi bisa menjadi langkah awal yang baik. Dengan menulis tentang pengalaman, kita tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga merefleksikan diri dan belajar dari pengalaman tersebut.
Miliki semangat menulis : Semangat adalah bahan bakar dalam menulis. Tanpa semangat, kita akan sulit untuk memulai dan menyelesaikan tulisan. Semangat akan memberikan kita energi dan motivasi untuk terus menulis, meskipun penuh dengan berbagai tantangan. Semangat juga akan membantu kita untuk melawan rasa takut dan keraguan dalam menulis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga semangat dalam menulis. Caranya adalah dengan menentukan tujuan yang jelas, mencari ide yang menarik, dan membuat suasana menulis yang menyenangkan.
Menulis sesuai dengan kondisi : Dalam menulis, kita harus menyesuaikan cara dengan kondisi yang ada. Jika kita terbiasa menulis tangan, maka menulis dengan tangan adalah pilihan yang baik. Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung menggunakan komputer. Urusan mengetik adalah masalah teknis yang bisa diatasi. Kita bisa mengetik sendiri atau meminta bantuan orang lain. Yang terpenting, ide atau gagasan yang ada di pikiran kita bisa tertuang dalam bentuk tulisan dan artikel kita bisa selesai.
Rajin membaca : Syarat utama untuk menjadi seorang penulis adalah membaca. Membaca adalah jendela dunia yang akan membuka wawasan kita tentang berbagai hal. Dengan banyak membaca, kita akan mendapatkan banyak ide, inspirasi, dan pengetahuan yang bisa kita gunakan untuk menulis. Selain itu, membaca juga akan membantu kita untuk memahami berbagai gaya bahasa, struktur kalimat, dan teknik menulis yang baik dan benar. Oleh karena itu, Prof. Dr. Ngainun Naim sangat menekankan pentingnya membaca bagi siapa saja yang ingin menjadi seorang penulis. Beliau mengatakan bahwa membaca itu seperti bernafas bagi seorang penulis. Tanpa membaca, seorang penulis akan kekurangan oksigen untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Nikmati prosesnya : Menulis itu bisa mengantarkan pada kesuksesan dalam hidup. Menulis bukan hanya sekadar menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan, tetapi juga merupakan proses pengembangan diri dan peningkatan kualitas hidup. Dengan menulis, kita bisa belajar berpikir kritis, анализировать informasi, dan menyampaikan pendapat secara efektif. Keterampilan ini sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam карьере, pendidikan, maupun hubungan sosial. Selain itu, menulis juga bisa menjadi sumber penghasilan jika kita mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, Prof. Dr. Ngainun Naim mengajak kita untuk menikmati proses menulis. Jangan takut salah atau gagal. Yang penting, teruslah menulis dan belajar dari pengalaman. Dengan begitu, kita akan semakin mahir dalam menulis dan meraih kesuksesan dalam hidup.
Selain tips di atas, Ngainun Naim juga menekankan pentingnya membaca. Dengan banyak membaca, kita akan mendapatkan banyak ide dan inspirasi untuk menulis. Selain itu, kita juga akan terbiasa dengan gaya bahasa yang baik dan benar. Menulis itu adalah keterampilan yang bisa dipelajari.
Asalkan kita mau belajar dan berlatih, kita pasti bisa menulis dengan baik. Dengan menulis, kita bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan pemikiran kita dengan orang lain.Ngainun Naim telah membuktikan bahwa menulis itu mudah. Beliau telah menghasilkan banyak buku dan artikel yang bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita ikuti jejak beliau untuk menjadi penulis yang produktif dan berkualitas.***
Wassalam.
Salam literasi!

Komentar
Posting Komentar