Serpihan Kenangan, Mengungkap Warna-warni Tabir Kehidupan yang Penuh Kejutan Terkemas dalam Buku Biografi

                                             flyer pertemuan ke-17 KBMN PGRI gelombang-32

Pertemuan ke-17 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI gelombang-32 kali ini dibersamai oleh bunda Lely Suryani, S.Pd. SD. sebagai narasumber dan bapak Ahmad Sholeh, S.Pd.Gr. berperan sebagai moderator dengan mengusung topik  "Menulis Buku Biografi".

Menurut Lely Suryani, S.Pd. SD. buku adalah kumpulan lembaran kertas atau bahan lain yang dijilid menjadi satu dan berisi tulisan, gambar atau info lainnya.

Buku dapat dikategorikan berdasarkan genre seperti fiksi dan non fiksi, ilmiah atau pendidikan.

Biografi adalah jenis buku yang menceritakan kisah hidup seseorang, biasanya orang yang terkenal atau dianggap penting oleh masyarakat. Biografi ditulis oleh orang lain. Sedangkan jika ditulis oleh orang yang bersangkutan dengan kata lain menuliskan pengalamannya sendiri maka disebut autobiografi.

Jika dilihat dari genre/ isi buku, maka terdapat dua kategori yaitu :

1. Fiksi : Buku fiksi adalah karya sastra yang bersifat imajinatif dan tidak berdasarkan fakta atau kejadian nyata. Karya ini merupakan hasil dari kreativitas dan imajinasi penulis yang dituangkan dalam bentuk cerita, karakter, dan latar yang tidak selalu ada di dunia nyata. Tujuan utama buku fiksi adalah untuk menghibur, menggugah emosi, dan menyampaikan pesan melalui alur cerita yang menarik. Buku fiksi dapat mencakup berbagai genre seperti novel, cerpen, dongeng, dan drama. 

Contohnya : Laskar Pelangi oleh Andre Hirata, Tenggelamnya kapal Van der Wijck oleh Buya Hamka dan sajak Chairil Anwar oleh Chairil Anwar.

2. Nonfiksi : Buku nonfiksi adalah jenis buku yang menyajikan informasi faktual dan dapat diverifikasi, berasal dari penelitian, pengalaman, atau pengetahuan nyata. Tujuan utamanya adalah memberikan informasi, edukasi, atau pemahaman mendalam tentang suatu topik, sehingga sering dijadikan sumber referensi atau pembelajaran. Buku nonfiksi hadir dalam beragam genre, seperti biografi, buku pelajaran, buku ilmiah, buku sejarah, dan buku panduan. Untuk memastikan kejelasan dan ketepatan informasi, bahasa yang digunakan cenderung formal dan denotatif.

Contohnya : Habis Gelap Terbitlah Terang oleh H.A. Salim, Sapiens : Riwayat Singkat Umat Manusia oleh Yuval Noah Harari dan Atomic Habits oleh James Clear.

Selanjutnya Lely mengungkapkan tujuan menulis buku biografi adalah :

1. Menyampaikan kisah inspiratif. Biografi dapat meneceritakan kisah hidup seseorang yang penuh dengan perjuangan dan pencapaian sehingga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

2. Mencatat sejarah : Biografi dapat mencatat sejarah hidup seseorang yang telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat.

3. Menigkatkan pemahaman : Biografi dapat membantu kita memahami orang lain yang lebih baik termasuk motivasi, pemikiran dan perasaan.

4. Menyajikan informasi : Biografi dapat menyajikan informasi tentang peristiwa sejarah, budaya dan sosial.

Ciri-ciri Buku Biografi

Buku biografi memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis buku lain. Inti dari biografi adalah penceritaan kehidupan seseorang yang dianggap penting atau inspiratif. Penulis biografi biasanya adalah orang lain, bukan subjek yang diceritakan, sehingga diperlukan riset mendalam dan wawancara untuk mengumpulkan fakta dan informasi akurat. Keakuratan ini sangat penting karena biografi termasuk dalam kategori nonfiksi, yang berarti segala yang ditulis harus dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun berdasarkan fakta, biografi yang baik tetap harus ditulis dengan gaya yang menarik dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat merasakan emosi dan perjalanan hidup tokoh yang diceritakan. Objektivitas juga menjadi kunci utama, di mana penulis harus berusaha menyajikan kisah hidup tokoh dari berbagai sudut pandang tanpa memihak.

Manfaat Menulis Buku Biografi 

Lely pun menambahkan, menulis buku biografi bukan sekadar mencatat kisah hidup seseorang, tetapi juga memberikan segudang manfaat bagi penulis dan pembaca. Melalui proses penulisan, penulis dapat meningkatkan pengetahuan mendalam tentang perjuangan, pencapaian, dan pemikiran tokoh yang diangkat. Kisah inspiratif tokoh tersebut dapat menjadi sumber motivasi bagi penulis untuk mengembangkan diri. Selain itu, penulis juga belajar untuk berempati terhadap pengalaman dan perspektif orang lain. Dalam konteks yang lebih luas, penulisan biografi berkontribusi pada pelestarian sejarah, memungkinkan generasi mendatang untuk memahami konteks sosial, politik, dan budaya di masa lalu. Proses riset dan penulisan biografi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis penulis, karena mereka harus menelaah berbagai sumber, menyusun informasi, dan menyajikan narasi yang koheren.

Cara Menulis Buku Biografi :

  • Penelitian mendalam : Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang tokoh yang akan ditulis, meliputi wawancara, membaca buku, artikel dan sumber lain yang relevan. 
  • Membuat garis besar/ kerangka buku : Tentukan bab-bab utama dan sub bab yang akan ditulis.
  • Menulis pengantar yang menarik per hatian pembaca dan berikana gambaran umum tentang siapa tokoh tersebut.
  • Gali pengalaman : Seperti yang disebutkan dalam konteks gali pengalaman yang paling berkesan. Bagaimana perasaan mereka saat itu, siapa saja yang terlibat dan bagian mana ayang tak terlupakan.
  • Gunakan referensi ; Cari buku cerita/ sumber gambar lain yang relevan untuk memperkaya narasi. Misalnya "Tunggu Aku" oleh Sofia Natalia Zabua dan ilustrator Stephanie Valentine.
  • Menullis dengan gaya naratif : Penulis seolah-olah sedang bercerita menggunakan detail-detail yang hidup untuk membeuat pembaca merasa terlibat.
  • Revisi dan edit : Pastikan tidak ada kesalahan tata bahasa dan informasi akurat.
  • mendapat umpan balik : Mintalah umpan balik dari pembaca untuk mengukur ketercapaian kualitas tulisan.
  • Bangun komunikasi dengan tokoh : Cari informasi dengan berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya secara intensif dan berkelanjutan untuk menghindari miskomunikasi.
Demikian paparan materi seputar topik " Menulis Buku Biografi" semoga bermanfaat bagi para pembaca yang ingin memulai karya hebatnya lewat tulisan.
Salam Literasi! 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mitra Terbaik Penulis, Mengungkap Kemudahan Penerbitan di PT Andi Offset Yogyakarta

Merangkai Kata Mencipta Makna : Kekuatan Diksi dalam Seni Bahasa

Pantun: Seni Kata, Aturan Bermakna, Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga dan Mengandung Filosofis Mendalam